Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2010

mencari arti



Namaku berarti matahari,
Begitulah yang dikatakan oleh ibu…
Konon, nama itu diberikan
Dengan harapan
Kelak ku kan jadi matahari
Setidaknya buat diri dan keluargaku.

Hingga kini,
Aku hidup dengan impian itu.
Menjadi matahari…
Menjadi cahaya,
Menjadi kehangatan,
Menjadi energi.

Aku selalu percaya,
Bahwa manusia manapun
Bukan diciptakan Tuhan
tanpa tujuan.
Selalu ada peran baginya
Di atas panggung kehidupan.
Tinggal bagaimana dia mencari,
Dan melakoni peran itu.
Itulah yang sedang kulakukan.

Agar aku bisa menjadi
Seperti namaku,
MATAHARI

-Malang, 6 Maret 2010-

Senin, 22 Februari 2010

Malang Malam Kala Hujan

Malang malam kala hujan
adalah kepulan uap mi ayam dan bakso,
menghangatkan saat dingin menusuk tulang,
menenangkan pencernaan yang bergoncang,
menyajikan kelezatan dari koki kelas dunia.

Malang Malam kala Hujan
adalah ironi bagi anak-anak bertelanjang kaki,
mimpi bagi penjaja koran di persimpangan



Malang, 31 Januari 2010.

itu cinta

Itu Cinta

Sekotak cokelat,
Atau sekuntum mawar merah.
Pun demikian segala sesuatu
yang merah jambu.
Segala macam lagu
yang disebut lagu “cinta”
Segala rupa
gombal bujuk rayu.
Itu bukanlah cinta.

Menanti satu hari dalam
Satu tahun.
Seakan cinta hanya
Ada di hari itu.
Itu juga bukanlah cinta

Tiap tarikan
Dan hembusan nafas
Terang
Dan hangatnya
Mentari pagi
Bahkan
Dingin malam
Menghujam tulang

Itulah cinta sebenarnya

Cinta juga ada
pada senyum orang-orang
yang paling engkau sayang
pada bibir saudara-saudaramu
yang meluncurkan do’abagimu

pada tangan-tangan kecil
di perempatan
yang meminta bantuanmu,
pada rintih luka
para korban bencana,
juga pada tiap
pekik takbir mujahidin Palestina

Cinta juga hadir
Di kegelapan malam,
ketika wajah-wajah menundukkan
pandangnya
ketika hati sendu
merindu rahmatNya
ketika tiada suara yang terdengar
selain isak tangis
memohon ampunanNya

Di sanalah kau temukan cinta.